
Cara Install Playwright MCP di OpenCode WSL dengan Chrome di Windows 11
Daftar Isi
Cara Install Playwright MCP di OpenCode WSL dengan Chrome di Windows 11
Kalau sekarang kita menggunakan AI coding agent seperti OpenCode untuk membuat aplikasi, kemampuan AI tidak lagi sebatas menulis kode.
AI agent sudah bisa membaca project, mengubah file, menjalankan command, membaca error, menjalankan test, dan memperbaiki implementasi.
Tetapi ada satu bagian yang sering menjadi masalah.
AI bisa membuat halaman web dengan kode yang terlihat benar, tetapi apakah halaman tersebut benar benar bekerja ketika dibuka di browser?
Di sinilah Playwright MCP menjadi menarik.
Dengan Playwright MCP, OpenCode dapat berinteraksi langsung dengan browser. AI agent dapat membuka website, membaca halaman, mengklik tombol, mengisi form, mengambil screenshot, memeriksa hasil navigasi, dan melakukan berbagai pengujian melalui Playwright.
Pada tutorial ini saya menggunakan setup berikut
1Windows 11
2 ├── Google Chrome
3 ├── Node.js
4 ├── npm dan npx
5 └── Playwright MCP
6
7WSL Debian
8 ├── OpenCode
9 └── source code project
OpenCode tetap berjalan di WSL, sementara Playwright MCP dan browser berjalan di Windows.
Alurnya kurang lebih seperti ini
1OpenCode di WSL
2 │
3 ▼
4powershell.exe
5 │
6 ▼
7npx
8 │
9 ▼
10@playwright/mcp
11 │
12 ▼
13Playwright
14 │
15 ▼
16Google Chrome di Windows
Setup seperti ini cukup nyaman untuk workflow development karena WSL tetap menjadi tempat kita bekerja dengan source code, sedangkan browser tetap menggunakan environment Windows.
Apa itu Playwright MCP
Playwright adalah framework automation browser yang dikembangkan oleh Microsoft.
Playwright dapat digunakan untuk mengotomatisasi browser seperti Chrome, Firefox, WebKit, dan Microsoft Edge.
Sementara MCP atau Model Context Protocol adalah mekanisme yang memungkinkan aplikasi AI menggunakan tool eksternal.
Playwright MCP menggabungkan keduanya.
Dengan Playwright MCP, AI coding agent seperti OpenCode dapat menggunakan Playwright sebagai tool untuk berinteraksi dengan browser.
Package Playwright MCP yang digunakan saat ini adalah
1@playwright/mcp
Playwright menyediakan dokumentasi resmi untuk menjalankan MCP menggunakan
1npx @playwright/mcp@latest
Jadi jika menemukan tutorial lama yang menggunakan
1@modelcontextprotocol/server-playwright
jangan langsung mengikuti tutorial tersebut.
Untuk setup baru, gunakan package
1@playwright/mcp
Kenapa Playwright MCP menarik untuk vibe coding
Vibe coding biasanya berarti kita bekerja dengan AI secara iteratif.
Kita memberikan tujuan, AI membuat implementasi, kita melihat hasilnya, kemudian memberikan feedback dan AI memperbaikinya.
Masalahnya, feedback sering kali masih harus kita berikan secara manual.
Misalnya kita meminta AI membuat halaman login.
AI kemudian membuat
1login.blade.php
2app.css
3login.js
Secara kode semuanya terlihat benar.
Tetapi ketika dibuka di browser ternyata
1Tombol terlalu kecil
2Form tidak responsive
3Dropdown tidak bisa dibuka
4Modal tertutup ketika diklik
5Validasi tidak muncul
6Layout rusak di mobile
7Sidebar menutupi konten
8Navigasi tidak bekerja
Tanpa browser automation, AI hanya melihat kode dan hasil command.
Dengan Playwright MCP, AI bisa melihat apa yang terjadi di browser.
Di sinilah workflow vibe coding menjadi jauh lebih menarik.
Apa yang bisa dilakukan Playwright ketika vibe coding
Playwright MCP dapat membantu AI melakukan berbagai pekerjaan browser secara langsung.
Beberapa contoh yang sangat berguna adalah sebagai berikut.
Membuka website
AI dapat membuka URL tertentu.
Contohnya
1Buka http://localhost:8000
Kemudian AI dapat membaca halaman tersebut dan melanjutkan pekerjaan berdasarkan kondisi aktual halaman.
Membaca struktur halaman
AI dapat melihat elemen yang tersedia pada halaman.
Misalnya terdapat
1Dashboard
2Users
3Products
4Settings
5Logout
AI dapat mengetahui bahwa tombol atau link tersebut benar benar ada.
Hal ini lebih berguna daripada hanya membaca source code karena yang diperiksa adalah halaman yang sedang dirender browser.
Mengklik tombol
AI dapat melakukan klik.
Misalnya
1Klik tombol Tambah Produk
Kemudian AI dapat memeriksa apakah modal atau halaman berikutnya benar benar muncul.
Mengisi form
AI dapat mengisi form seperti
1Nama produk
2Harga
3Stok
4Kategori
5Deskripsi
Contohnya
1Isi nama produk dengan Kaos Polos
2Isi harga dengan 50000
3Isi stok dengan 100
Kemudian AI dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.
Menguji validasi form
Ini salah satu kegunaan yang sangat menarik.
AI dapat sengaja memberikan input yang salah.
Misalnya
1Biarkan email kosong lalu submit form
Kemudian AI dapat melihat apakah validasi muncul.
Contoh lainnya
1Masukkan password yang terlalu pendek
atau
1Masukkan harga dengan format yang salah
Dengan demikian AI tidak hanya membuat form, tetapi juga dapat membantu menguji perilakunya.
Menguji login
AI dapat melakukan workflow seperti
1Buka halaman login
2Masukkan email
3Masukkan password
4Klik Login
5Periksa apakah berhasil masuk ke dashboard
Untuk aplikasi yang sedang kita kembangkan, ini sangat membantu.
Misalnya kita baru saja mengubah authentication.
Daripada kita membuka browser secara manual setiap kali, AI dapat menjalankan alur tersebut menggunakan Playwright.
Playwright MCP untuk testing setelah coding
Ini mungkin bagian yang paling berguna ketika melakukan vibe coding.
Misalnya kita meminta OpenCode
1Implementasikan fitur CRUD produk.
2Setelah selesai gunakan Playwright untuk menguji workflow CRUD tersebut.
AI dapat bekerja kurang lebih seperti ini
1Baca project
2 ↓
3Implementasi fitur
4 ↓
5Jalankan migration
6 ↓
7Jalankan aplikasi
8 ↓
9Buka browser
10 ↓
11Buka halaman produk
12 ↓
13Tambah produk
14 ↓
15Periksa hasil
16 ↓
17Edit produk
18 ↓
19Periksa hasil
20 ↓
21Hapus produk
22 ↓
23Periksa hasil
Ini jauh lebih dekat dengan cara manusia melakukan testing aplikasi.
Playwright dapat membantu menemukan masalah UI
AI coding agent biasanya sangat bagus dalam membaca source code.
Namun masalah UI sering kali baru terlihat setelah browser melakukan rendering.
Misalnya source code memiliki
1<button class="btn">
2 Simpan
3</button>
Tetapi CSS menyebabkan tombol tersebut berada di belakang elemen lain.
Source code terlihat baik.
Browser menunjukkan masalah.
Dengan Playwright, AI dapat melakukan pemeriksaan terhadap halaman yang sudah dirender.
Workflow seperti ini sangat cocok untuk frontend development.
Membantu responsive testing
Kita juga dapat meminta AI menguji halaman pada ukuran viewport tertentu.
Misalnya
1Uji halaman dashboard pada viewport mobile.
2Periksa apakah ada elemen yang keluar dari layar.
Kemudian
1Periksa halaman yang sama pada viewport desktop.
Ini sangat berguna ketika membangun aplikasi mobile first atau PWA.
Mengambil screenshot
Playwright dapat mengambil screenshot halaman.
Misalnya
1Buka dashboard kemudian ambil screenshot.
Screenshot tersebut dapat membantu ketika kita ingin melihat hasil visual dari implementasi.
Workflow yang menarik adalah
1AI membuat UI
2 ↓
3Playwright membuka halaman
4 ↓
5Screenshot
6 ↓
7AI melihat hasil
8 ↓
9AI memperbaiki UI
10 ↓
11Screenshot lagi
Inilah salah satu alasan Playwright sangat cocok dipadukan dengan AI coding agent.
Menguji navigasi
AI dapat memeriksa apakah link dan navigasi bekerja.
Contohnya
1Buka dashboard.
2
3Klik menu Customers.
4
5Pastikan halaman customers terbuka.
6
7Kemudian kembali ke dashboard.
8
9Buka menu Products.
10
11Pastikan halaman products terbuka.
Hal seperti ini sangat mudah dilakukan secara manual, tetapi menjadi jauh lebih menarik ketika AI dapat melakukannya sendiri setelah perubahan kode.
Menguji workflow pengguna
Playwright tidak hanya berguna untuk menguji satu tombol.
Ia dapat digunakan untuk menguji workflow lengkap.
Contohnya pada aplikasi kasir
1Login
2 ↓
3Buka produk
4 ↓
5Cari produk
6 ↓
7Tambahkan ke cart
8 ↓
9Ubah jumlah
10 ↓
11Checkout
12 ↓
13Pilih metode pembayaran
14 ↓
15Selesaikan transaksi
16 ↓
17Periksa invoice
Atau pada aplikasi sekolah
1Login admin
2 ↓
3Buka data siswa
4 ↓
5Tambah siswa
6 ↓
7Isi biodata
8 ↓
9Simpan
10 ↓
11Cari siswa
12 ↓
13Edit siswa
14 ↓
15Periksa hasil
AI dapat membantu menjalankan workflow tersebut menggunakan browser.
Persiapan
Tutorial ini menggunakan
1Windows 11
2WSL Debian
3OpenCode
4Google Chrome
5Node.js
6npm
7npx
8Playwright
9Playwright MCP
Pastikan WSL sudah berjalan.
Masuk ke Debian
1wsl
Kemudian periksa distro
1cat /etc/os-release
Pastikan OpenCode sudah terinstall di WSL
Dari terminal Debian
1opencode --version
Jika menghasilkan versi OpenCode berarti OpenCode sudah siap digunakan.
Pada tutorial ini OpenCode dijalankan sepenuhnya dari WSL.
Pastikan Google Chrome sudah terinstall di Windows
Browser yang digunakan dalam tutorial ini adalah Google Chrome.
Pastikan Chrome sudah terinstall di Windows 11.
Cara paling mudah adalah membuka Chrome dari Start Menu Windows.
Anda juga dapat memeriksa instalasi Chrome dari PowerShell.
1where.exe chrome
Jika command tersebut tidak menemukan Chrome, itu belum tentu berarti Chrome tidak terinstall karena lokasi instalasi Chrome dapat berbeda.
Yang paling penting adalah Chrome dapat dibuka secara normal dari Windows.
Download dan install Chrome terlebih dahulu jika belum tersedia.
Install Node.js di Windows
Ini penting.
Node.js yang digunakan untuk menjalankan Playwright MCP berada di Windows.
Jadi kita membutuhkan Node.js di Windows, bukan hanya Node.js di WSL.
Buka PowerShell sebagai user biasa.
Periksa apakah Node.js sudah tersedia
1node --version
Kemudian
1npm --version
Jika belum terinstall, cara sederhana pada Windows 11 adalah menggunakan Winget.
Jalankan
1winget install nodejs
Tunggu sampai proses instalasi selesai.
Setelah itu tutup PowerShell dan buka PowerShell baru.
Kemudian periksa
1node --version
dan
1npm --version
Pastikan keduanya sudah menghasilkan versi.
Periksa juga
1npx --version
Jika ketiga command tersebut berhasil, environment Node.js Windows sudah siap.
Mengapa Node.js harus ada di Windows
Pada tutorial ini OpenCode berada di WSL.
Namun kita ingin Playwright MCP berjalan di Windows.
Karena itu kita menggunakan Windows Node.js.
Alurnya adalah
1OpenCode
2 │
3 ▼
4WSL
5 │
6 ▼
7powershell.exe
8 │
9 ▼
10Windows Node.js
11 │
12 ▼
13npx
14 │
15 ▼
16Playwright MCP
Jadi jangan bingung jika Node.js ada di Windows sementara OpenCode ada di Linux.
Memang itu desain setup kita.
Periksa npx dari WSL
Sekarang masuk ke Debian WSL.
Kita perlu memastikan WSL dapat memanggil PowerShell Windows.
Jalankan
1powershell.exe -NoProfile -Command "node --version"
Jika berhasil, akan muncul versi Node.js Windows.
Kemudian
1powershell.exe -NoProfile -Command "npm --version"
dan
1powershell.exe -NoProfile -Command "npx --version"
Jika semuanya berhasil, koneksi antara WSL dan Node.js Windows sudah berfungsi.
Install Playwright
Dari PowerShell Windows jalankan
1npx playwright install
Perintah tersebut akan menyiapkan browser yang diperlukan oleh Playwright.
Periksa versi Playwright
1npx playwright --version
Install Playwright MCP
Kita tidak perlu melakukan instalasi global.
Playwright MCP dapat dijalankan menggunakan npx.
Command yang digunakan
1npx -y @playwright/mcp@latest
Option -y membuat npx tidak meminta konfirmasi ketika package perlu diunduh.
Karena package MCP akan dipanggil dari OpenCode, kita tidak perlu menjalankan command tersebut secara manual setiap kali.
OpenCode yang akan menjalankannya.
Lokasi konfigurasi OpenCode
Konfigurasi global OpenCode berada di
1~/.opencode/config.json
Pada WSL Debian misalnya
1/home/USER WSL/.opencode/config.json
Dari Windows Explorer, file tersebut dapat diakses melalui
1\\wsl.localhost\Debian\home\USER WSL\.opencode\config.json
Nama username tentu menyesuaikan username WSL masing masing.
Konfigurasi Playwright MCP
Masukkan konfigurasi MCP Playwright ke dalam config.json.
Untuk konfigurasi OpenCode yang menggunakan struktur mcp.servers, contohnya
1{
2 "$schema": "https://opencode.ai/config.json",
3 "mcp": {
4 "servers": {
5 "playwright": {
6 "type": "local",
7 "command": [
8 "powershell.exe",
9 "-NoProfile",
10 "-Command",
11 "npx -y @playwright/mcp@latest"
12 ],
13 "disabled": false
14 }
15 }
16 }
17}
Bagian paling penting adalah
1"command": [
2 "powershell.exe",
3 "-NoProfile",
4 "-Command",
5 "npx -y @playwright/mcp@latest"
6]
Artinya OpenCode meminta WSL menjalankan PowerShell Windows.
PowerShell kemudian menjalankan npx.
npx kemudian menjalankan Playwright MCP.
Jika sudah mempunyai MCP lain
Misalnya kita sudah mempunyai Stitch MCP.
Konfigurasinya dapat digabungkan.
Contohnya
1{
2 "$schema": "https://opencode.ai/config.json",
3 "mcp": {
4 "servers": {
5 "stitch": {
6 "type": "remote",
7 "url": "https://stitch.googleapis.com/mcp",
8 "enabled": true,
9 "headers": {
10 "X-Goog-Api-Key": "{env:STITCH_API_KEY}"
11 }
12 },
13 "playwright": {
14 "type": "local",
15 "command": [
16 "powershell.exe",
17 "-NoProfile",
18 "-Command",
19 "npx -y @playwright/mcp@latest"
20 ],
21 "disabled": false
22 }
23 }
24 }
25}
Jangan menaruh API key asli di source code, screenshot, artikel, atau repository publik.
Gunakan environment variable untuk secret.
Jalankan kembali OpenCode
Setelah konfigurasi disimpan, restart OpenCode.
Dari WSL
1opencode
Kemudian periksa MCP yang tersedia.
Jika versi OpenCode Anda mendukung command MCP, gunakan
1opencode mcp list
Anda juga dapat menggunakan command MCP dari dalam OpenCode jika tersedia pada versi yang digunakan.
Pastikan Playwright muncul sebagai MCP server aktif.
Pengujian pertama
Jangan langsung menguji website produksi.
Gunakan website sederhana terlebih dahulu.
Di OpenCode berikan prompt
1Gunakan Playwright untuk membuka https://example.com.
2
3Berikan judul halaman dan URL yang sedang dibuka.
Jika berhasil, browser akan digunakan oleh Playwright.
AI kemudian dapat membaca halaman tersebut.
Pengujian interaksi
Setelah berhasil membuka website, kita bisa menguji interaksi.
Gunakan website TodoMVC misalnya
1https://demo.playwright.dev/todomvc
Kemudian berikan prompt
1Gunakan Playwright untuk membuka
2https://demo.playwright.dev/todomvc
3
4Tambahkan tiga todo
5
6Belajar OpenCode
7Belajar Playwright MCP
8Membuat browser automation
9
10Setelah selesai periksa apakah ketiganya benar benar muncul.
Jika workflow tersebut berhasil, berarti MCP sudah dapat melakukan interaksi dengan browser.
Pengujian form
Kita juga dapat meminta OpenCode melakukan pengujian form.
Misalnya
1Gunakan Playwright untuk membuka halaman login.
2
3Isi email dengan [email protected].
4
5Isi password dengan password123.
6
7Jangan submit form.
8
9Setelah selesai periksa apakah kedua field sudah terisi.
AI dapat menggunakan Playwright untuk mencari field kemudian mengisinya.
Pengujian validasi
Kemampuan ini sangat berguna ketika melakukan development.
Misalnya kita baru saja membuat form registrasi.
Kita dapat meminta
1Gunakan Playwright untuk menguji form registrasi.
2
3Submit form tanpa mengisi field apa pun.
4
5Periksa semua pesan validasi.
6
7Kemudian laporkan field mana saja yang memiliki error.
AI tidak hanya membaca file validasi.
AI benar benar mencoba workflow melalui browser.
Pengujian setelah memperbaiki bug
Ini salah satu workflow yang paling cocok untuk vibe coding.
Misalnya kita mendapatkan laporan
1Tombol simpan pada halaman produk tidak bekerja.
Kita dapat meminta OpenCode
1Periksa halaman produk menggunakan Playwright.
2
3Coba tambahkan produk baru.
4
5Jika tombol simpan tidak bekerja, cari penyebabnya di source code.
6
7Perbaiki masalah tersebut.
8
9Setelah diperbaiki jalankan kembali workflow menggunakan Playwright
10untuk memastikan masalah sudah benar benar selesai.
AI dapat melakukan loop seperti ini
1Observe
2 ↓
3Identify
4 ↓
5Modify
6 ↓
7Test
8 ↓
9Observe again
Inilah yang membuat browser automation sangat menarik untuk AI coding agent.
Vibe coding menjadi lebih tertutup loop nya
Tanpa Playwright, workflow kita sering seperti ini
1AI membuat kode
2 ↓
3AI menjalankan test
4 ↓
5AI mengatakan selesai
6 ↓
7Manusia membuka browser
8 ↓
9Manusia menemukan masalah
10 ↓
11Manusia memberikan feedback
12 ↓
13AI memperbaiki
Dengan Playwright MCP
1AI membuat kode
2 ↓
3AI menjalankan test
4 ↓
5Playwright membuka browser
6 ↓
7AI memeriksa hasil
8 ↓
9AI menemukan masalah
10 ↓
11AI memperbaiki kode
12 ↓
13Playwright menguji lagi
Tentu saja bukan berarti kita tidak perlu memeriksa hasilnya.
Justru sebaliknya.
Kita tetap menjadi orang yang menentukan apakah hasil akhirnya benar.
Tetapi pekerjaan berulang seperti membuka halaman, mengklik tombol, mengisi form, dan memeriksa navigasi dapat banyak dibantu oleh agent.
Playwright untuk pengembangan frontend
Playwright MCP sangat berguna ketika mengembangkan
1Landing page
2Dashboard
3Admin panel
4E commerce
5POS
6SaaS
7PWA
8Form
9Authentication
10Checkout
11CRUD
Contohnya setelah membuat dashboard kita dapat meminta
1Buka dashboard menggunakan Playwright.
2
3Periksa apakah sidebar dapat dibuka dan ditutup.
4
5Periksa semua menu utama.
6
7Pastikan tidak ada navigasi yang menghasilkan 404.
8
9Uji halaman pada ukuran viewport mobile.
Ini jauh lebih konkret dibanding sekadar bertanya kepada AI
1Apakah dashboard saya sudah bagus?
AI membutuhkan bukti.
Playwright membantu menyediakan bukti tersebut dari browser.
Playwright untuk aplikasi Laravel
Misalnya kita sedang membuat aplikasi Laravel.
Kita menjalankan server
1php artisan serve
Kemudian OpenCode dapat meminta Playwright membuka
1http://127.0.0.1:8000
Workflow dapat dibuat seperti
1Login
2 ↓
3Dashboard
4 ↓
5Users
6 ↓
7Create User
8 ↓
9Fill form
10 ↓
11Save
12 ↓
13Verify user
Kemudian AI dapat menemukan masalah yang terjadi pada browser.
Playwright untuk aplikasi SvelteKit
Prinsipnya sama.
Misalnya development server berjalan pada
1http://localhost:5173
Kita dapat meminta
1Buka http://localhost:5173 menggunakan Playwright.
2
3Periksa halaman utama.
4
5Klik menu Products.
6
7Tambahkan produk baru.
8
9Pastikan produk tersebut muncul di tabel.
AI dapat melakukan workflow tersebut melalui MCP.
Playwright untuk aplikasi Astro
Untuk Astro juga sama.
Misalnya
1http://localhost:4321
Kita dapat meminta
1Buka website Astro.
2
3Periksa navigasi desktop.
4
5Uji menu mobile.
6
7Periksa seluruh link utama.
8
9Laporkan jika ada link yang rusak.
Ini sangat berguna ketika project memiliki banyak halaman.
Playwright dan screenshot untuk UI review
Ketika membuat UI menggunakan AI, screenshot bisa menjadi bagian dari feedback loop.
Contohnya
1Buka halaman dashboard.
2
3Gunakan viewport mobile.
4
5Ambil screenshot.
6
7Periksa apakah layout mengalami overflow horizontal.
8
9Jika ditemukan masalah, perbaiki CSS.
10
11Kemudian buka kembali halaman dan periksa hasilnya.
Ini memungkinkan AI melakukan iterasi terhadap UI berdasarkan kondisi browser.
Menguji responsive design
Responsive design sering menghasilkan bug yang tidak terlihat pada desktop.
Misalnya
1Desktop
2 ✓
3
4Tablet
5 ✓
6
7Mobile
8 ✗
Dengan Playwright kita dapat meminta pengujian pada viewport berbeda.
Contohnya
1Uji dashboard pada viewport 390x844.
2
3Periksa
4
5sidebar
6header
7table
8button
9form
10modal
11
12Pastikan tidak ada horizontal overflow.
Kemudian
1Uji kembali pada viewport desktop.
2
3Pastikan perubahan responsive tidak merusak layout desktop.
Playwright untuk regression testing
Regression testing berarti memastikan perubahan baru tidak merusak fitur yang sebelumnya sudah bekerja.
Misalnya kita baru mengubah komponen navbar.
Kita dapat meminta
1Setelah perubahan navbar selesai,
2gunakan Playwright untuk memastikan
3
4homepage masih dapat dibuka
5login masih berfungsi
6dashboard masih dapat dibuka
7menu Products masih bekerja
8menu Customers masih bekerja
9logout masih bekerja
Ini sangat cocok untuk project yang semakin besar.
Jangan memberikan akses berlebihan kepada AI
Playwright MCP memberikan AI kemampuan untuk berinteraksi dengan browser.
Karena itu kita tetap perlu berhati hati.
Jangan memberikan akses ke browser profile utama yang berisi seluruh akun pribadi jika tidak diperlukan.
Hindari melakukan automation terhadap
1Internet banking
2akun finansial
3akun pribadi
4data sensitif
5sistem produksi
6akun administrator utama
Gunakan environment development atau staging apabila memungkinkan.
Untuk eksperimen, lebih aman membuat browser profile khusus.
Mengapa sebaiknya menggunakan browser profile khusus
Browser yang digunakan untuk automation dapat memiliki session dan cookies.
Bayangkan kita memiliki browser profile utama yang sudah login ke
1Gmail
2GitHub
3Cloudflare
4Hosting
5WhatsApp Web
6Dashboard perusahaan
Kemudian AI diberikan kemampuan automation terhadap browser tersebut.
AI memiliki kemampuan melakukan tindakan berdasarkan apa yang tersedia di browser.
Karena itu lebih aman menggunakan profile khusus untuk automation.
Misalnya
1C:\playwright-profile
Dengan begitu environment automation terpisah dari browser pribadi.
Tentang Chrome dan browser Playwright
Ada satu hal yang sering membingungkan.
Google Chrome yang terinstall di Windows bukan hal yang sama dengan browser Chromium yang dikelola oleh Playwright.
Playwright mempunyai browser binary sendiri.
Perintah
1npx playwright install
dapat menginstall browser yang diperlukan Playwright.
Sementara Google Chrome di Windows tetap merupakan instalasi Chrome milik pengguna.
Untuk tutorial ini Chrome tetap disarankan sudah terinstall di Windows karena tujuan setup adalah menjalankan browser automation dari environment Windows.
Jika membutuhkan browser channel tertentu atau ingin menghubungkan browser yang sudah berjalan, konfigurasi Playwright MCP perlu disesuaikan dengan mode browser yang digunakan.
Bagaimana dengan Zen Browser
Jika menggunakan Zen Browser, perlu diperhatikan bahwa Zen Browser bukan browser channel resmi yang tercantum sebagai pilihan --browser Playwright MCP.
Jadi jangan menggunakan
1--browser=zen
seolah olah Zen merupakan pilihan resmi Playwright MCP.
Jika tujuan kita adalah mengendalikan browser yang sudah berjalan atau menggunakan browser Chromium based tertentu, pendekatan CDP atau extension dapat menjadi pilihan tergantung kebutuhan dan dukungan browser.
Untuk tutorial ini kita menggunakan Chrome karena setup tersebut lebih sederhana dan lebih mudah direproduksi.
Troubleshooting
npx tidak ditemukan
Jika muncul
1npx is not recognized
pastikan Node.js sudah terinstall di Windows.
Jalankan
1node --version
1npm --version
1npx --version
Jika belum tersedia, install Node.js
1winget install nodejs
Kemudian restart PowerShell.
PowerShell tidak bisa dipanggil dari WSL
Coba dari WSL
1powershell.exe -NoProfile -Command "node --version"
Jika berhasil, WSL dapat mengakses Node.js Windows.
Jika tidak berhasil, periksa Windows interop WSL.
Playwright MCP tidak muncul di OpenCode
Periksa konfigurasi
1~/.opencode/config.json
Pastikan command mengarah ke
1powershell.exe
dan
1npx -y @playwright/mcp@latest
Kemudian restart OpenCode.
Playwright MCP gagal dijalankan
Tes command secara langsung dari PowerShell
1npx -y @playwright/mcp@latest
Jika command tersebut gagal, selesaikan masalah di Windows terlebih dahulu.
Jangan langsung menyalahkan OpenCode.
Browser tidak muncul
Periksa apakah Playwright dapat berjalan.
1npx playwright --version
Kemudian
1npx playwright install
Jika menggunakan browser channel tertentu, pastikan browser tersebut memang tersedia dan dapat dijalankan pada environment Windows.
Cara melakukan debugging dengan pendekatan bertahap
Jika semuanya gagal, jangan langsung mengubah sepuluh hal sekaligus.
Tes satu per satu.
Pertama
1powershell.exe -NoProfile -Command "node --version"
Kemudian
1powershell.exe -NoProfile -Command "npm --version"
Kemudian
1powershell.exe -NoProfile -Command "npx --version"
Kemudian
1powershell.exe -NoProfile -Command "npx playwright --version"
Kemudian
1powershell.exe -NoProfile -Command "npx -y @playwright/mcp@latest"
Jika semua berhasil, barulah periksa OpenCode.
Cara seperti ini jauh lebih cepat daripada melakukan reinstall semuanya.
Contoh konfigurasi final
Untuk setup OpenCode di WSL dan Playwright MCP di Windows, konfigurasi sederhananya adalah
1{
2 "$schema": "https://opencode.ai/config.json",
3 "mcp": {
4 "servers": {
5 "playwright": {
6 "type": "local",
7 "command": [
8 "powershell.exe",
9 "-NoProfile",
10 "-Command",
11 "npx -y @playwright/mcp@latest"
12 ],
13 "disabled": false
14 }
15 }
16 }
17}
Dengan konfigurasi tersebut alurnya adalah
1OpenCode WSL
2 ↓
3powershell.exe
4 ↓
5Windows
6 ↓
7npx
8 ↓
9@playwright/mcp
10 ↓
11Playwright
12 ↓
13Browser
Contoh workflow vibe coding yang lebih realistis
Misalnya kita sedang membuat aplikasi SaaS.
Kita dapat memberikan instruksi kepada OpenCode seperti ini
1Implementasikan halaman Products.
2
3Setelah implementasi selesai jalankan aplikasi.
4
5Gunakan Playwright untuk membuka halaman Products.
6
7Periksa apakah tabel produk muncul.
8
9Kemudian uji workflow berikut
10
111. Buka halaman Products
122. Klik Add Product
133. Isi nama produk
144. Isi harga
155. Isi stok
166. Simpan produk
177. Pastikan produk muncul di tabel
188. Edit produk tersebut
199. Pastikan perubahan tersimpan
2010. Hapus produk tersebut
2111. Pastikan produk sudah tidak muncul
22
23Jika ditemukan error, perbaiki source code dan ulangi pengujian.
24
25Jangan menganggap fitur selesai sebelum workflow tersebut berhasil.
Prompt seperti ini jauh lebih kuat daripada hanya
1Buat fitur CRUD Products.
Karena kita memberikan AI definisi selesai yang dapat diverifikasi.
Konsep penting
Ketika menggunakan AI coding agent, jangan hanya meminta
1buat fitur
Lebih baik meminta
1buat fitur
2uji fitur
3periksa hasil
4perbaiki jika gagal
5uji kembali
Playwright MCP membuat bagian terakhir menjadi mungkin.
AI tidak hanya menghasilkan kode.
AI dapat ikut menguji aplikasi melalui browser.
Kesimpulan
Playwright MCP bukan sekadar tool untuk membuka Chrome.
Dalam workflow AI coding, Playwright dapat menjadi jembatan antara source code dan aplikasi yang benar benar berjalan di browser.
Tanpa browser automation, AI terutama bekerja dengan
1source code
2terminal
3logs
4test
Dengan Playwright MCP, AI mendapatkan tambahan
1browser
2DOM
3navigasi
4interaksi
5form
6screenshot
7workflow pengguna
Hal ini membuat workflow vibe coding menjadi lebih lengkap.
Arsitektur yang digunakan dalam tutorial ini cukup sederhana
1Windows 11
2│
3├── Google Chrome
4├── Node.js
5├── npm
6├── npx
7└── Playwright MCP
8 ▲
9 │
10 │ PowerShell
11 │
12 ▼
13WSL Debian
14│
15└── OpenCode
Node.js di Windows dapat dipasang dengan
1winget install nodejs
Playwright MCP dijalankan dengan
1npx -y @playwright/mcp@latest
Sedangkan OpenCode memanggilnya melalui
1powershell.exe
Dengan setup ini kita tidak perlu memindahkan OpenCode keluar dari WSL hanya karena ingin menggunakan browser automation.
WSL tetap menjadi tempat development.
Windows tetap menjadi tempat menjalankan browser.
Dan Playwright menjadi jembatan yang memungkinkan AI coding agent berinteraksi langsung dengan aplikasi yang sedang kita bangun.
Bagi saya, bagian paling menarik bukan sekadar AI bisa mengklik tombol.
Yang lebih penting adalah kita dapat mengubah workflow dari
1AI membuat kode
2→ manusia mengecek browser
3→ manusia menemukan masalah
4→ manusia melapor
5→ AI memperbaiki
menjadi
1AI membuat kode
2→ AI menjalankan aplikasi
3→ Playwright menguji browser
4→ AI membaca hasil
5→ AI memperbaiki
6→ Playwright menguji kembali
Itulah salah satu alasan Playwright MCP sangat menarik untuk workflow vibe coding modern.
Sitasi Artikel Ini
Salin referensi artikel dalam format yang sesuai untuk karya ilmiah Anda.
Format APA 7
Format BibTeX
@misc{install-playwright-mcp-di-wsl2026,
author = {Ifan Irfansyah},
title = {Cara Install Playwright MCP di OpenCode WSL dengan Chrome di Windows 11},
year = {2026},
url = {https://ifan.web.id/blog/install-playwright-mcp-di-wsl/},
note = {Diakses: 3 October 2026}
}